{"id":11685,"date":"2021-04-30T17:57:49","date_gmt":"2021-04-30T17:57:49","guid":{"rendered":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/?p=11685"},"modified":"2022-08-10T23:37:20","modified_gmt":"2022-08-10T16:37:20","slug":"8-sistem-hidroponik-yang-harus-diketahui-bagi-pemula","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/8-sistem-hidroponik-yang-harus-diketahui-bagi-pemula\/","title":{"rendered":"8 Sistem Hidroponik Yang Harus Diketahui Bagi Pemula"},"content":{"rendered":"\n<p>Berkebun dengan sistem hidroponik di pekarangan atau atap rumah selama pandemi, tidak hanya untuk hobi atau mempercantik rumah. Tetapi, juga berperan dalam peningkatan kualitas hidup dengan makanan yang lebih sehat dan segar. Bagaimana cara memulai hidroponik skala rumah? Sobat Pintar bisa mulai dari sekarang dengan mengenal macam-macam sistem hidroponik.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-ht-block-toc  is-style-outline htoc htoc--position-wide toc-list-style-plain\" data-htoc-state=\"expanded\"><span class=\"htoc__title\"><span class=\"ht_toc_title\">Table of Contents<\/span><span class=\"htoc__toggle\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"16\" height=\"16\"><g fill=\"#444\"><path d=\"M15 7H1c-.6 0-1 .4-1 1s.4 1 1 1h14c.6 0 1-.4 1-1s-.4-1-1-1z\"><\/path><path d=\"M15 1H1c-.6 0-1 .4-1 1s.4 1 1 1h14c.6 0 1-.4 1-1s-.4-1-1-1zM15 13H1c-.6 0-1 .4-1 1s.4 1 1 1h14c.6 0 1-.4 1-1s-.4-1-1-1z\"><\/path><\/g><\/svg><\/span><\/span><div class=\"htoc__itemswrap\"><ul class=\"ht_toc_list\"><li class=\"\"><a href=\"#htoc-berikut-8-sistem-hidroponik-yang-harus-diketahui\">Berikut 8 sistem hidroponik yang harus diketahui Bagi Pemula:<\/a><ul class=\"ht_toc_child_list\"><li class=\"\"><a href=\"#htoc-1-sistem-wick\">1. Sistem Wick<\/a><\/li><li class=\"\"><a href=\"#htoc-2-float-hydroponic-system-fhs-atau-rakit-apung\">2. Float Hydroponic System (FHS) atau Rakit Apung<\/a><\/li><li class=\"\"><a href=\"#htoc-3-pasang-dan-surut-ebb-and-flow-atau-flood-and-drain\">3. Pasang dan Surut (Ebb and Flow atau Flood and Drain)<\/a><\/li><li class=\"\"><a href=\"#htoc-4-drip-irrigation-atau-irigasi-tetes\">4. Drip irrigation atau Irigasi Tetes<\/a><\/li><li class=\"\"><a href=\"#htoc-5-deep-water-culture-dwc\">5. Deep Water Culture (DWC)<\/a><\/li><li class=\"\"><a href=\"#htoc-6-nutrient-film-technique-nft\">6. Nutrient Film Technique (NFT)<\/a><\/li><li class=\"\"><a href=\"#htoc-7-aquaponik\">7. Aquaponik<\/a><\/li><li class=\"\"><a href=\"#htoc-8-aeroponik\">8. Aeroponik<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"\"><a href=\"#htoc-tips-hidroponik-bagi-pemula\">Tips Hidroponik bagi Pemula <\/a><ul class=\"ht_toc_child_list\"><li class=\"\"><a href=\"#jangan-lupa-selalu-cek-parameter-yang-ada-di-kebun-kamu\">Jangan Lupa Selalu Cek Parameter Yang Ada di Kebun Kamu!<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/div><\/div>\n\n\n\n<p>Nah, Sobat Pintar artikel ini akan membantumu untuk mengetahui macam-macam sistem hidroponik yang tepat, berikut pembahasannya:<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum mengenal  sistem hidroponik, mari kita simak apa saja keunggulan berkebun secara hidroponik, yuk!<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Budidaya tanaman secara hidroponik bersih dan steril. Media tanam dengan sistem hidroponik tidak menggunakan tanah (soilless), melainkan larutan nutrisi dan subtrat. Media tersebut harus steril agar tanaman dapat tumbuh dengan subur dan terhindar dari hama\/penyakit.<\/li><li>Pemberian air dan nutrisi pada tanaman efisien karena diukur sesuai dengan kebutuhan tanaman.<\/li><li>Perawatan tanaman tidak perlu menyiram, mencangkul, dan menyiangi gulma.<\/li><li>Dalam kondisi yang terkontrol, tanaman jarang terserang hama dan penyakit.<\/li><li>Beberapa jenis tanaman dapat ditanam di luar musim, seperti anggur, tomat, cabai, dll.<\/li><li>Budidaya tanaman dapat dilakukan di lahan yang sempit atau terbatas.<\/li><li>Produksi dan kualitas tanaman yang dihasilkan tinggi dan berkelanjutan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"htoc-berikut-8-sistem-hidroponik-yang-harus-diketahui\">Berikut 8 sistem hidroponik yang harus diketahui Bagi Pemula:<\/h2>\n\n\n\n<p>Sistem hidroponik pada dasarnya adalah cara pemberian larutan nutrisi sebagai sumber air dan nutrisi untuk tanaman. Ada 3 macam sistem hidroponik, yaitu sirkulasi, semi-sirkulasi, dan non sirkulasi.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Sistem sirkulasi, yaitu larutan nutrisi dialirkan dari reservoir ke perakaran tanaman dan dibuang lagi ke reservoir. Sistem ini ditandai dengan adanya sirkulasi air. Umumnya kita jumpai pada <a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/mengenal-hidroponik-dengan-sistem-nft\/\">Nutrient Film Technique (NFT)<\/a>, Floating Hydroponic System (FHS), dan Ebb and Flow atau Flood and Drain (Pasang dan Surut).<\/li><li>Sistem semi sirkulasi merupakan perpaduan antara sistem sirkulasi dan non sirkulasi. Contohnya dapat kita temukan pada Aquaponic.<\/li><li>Sistem non sirkulasi, dimana larutan nutrisi tidak dialirkan. Ditandai dengan adanya substrat\/media tanam. Misalnya, pada fertigasi autopot dan hidroponik substrat\/media. Media tanam ada di pembahasan mengenai Media (Tanam) Hidroponik. <\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Ketiga sistem tersebut menghasilkan beberapa macam metode hidroponik. Selanjutnya, kita bahas metode hidroponik, yuk<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"has-medium-font-size wp-block-heading\" id=\"htoc-1-sistem-wick\">1. Sistem Wick<\/h3>\n\n\n\n<p>Metode sumbu memanfaaatkan prinsip kapilaritas dengan menggunakan sumbu atau bahan yang mudah menyerap air, <em>seperti kain<\/em> sebagai penghubung antara nutrisi dan bagian perakaran pada media tanam. Akar tanaman tidak langsung menyentuh larutan nutrisi, namun tumbuh dalam media.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery alignleft has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/images-8.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"747\" height=\"376\" data-id=\"11702\" src=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/images-8.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-11702\" srcset=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/images-8.jpeg 747w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/images-8-300x151.jpeg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 747px) 100vw, 747px\" \/><\/a><figcaption>https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/hidroponik-a-z-pengertian-jenis-tips-memulai\/Sumbu  (Wick)<\/figcaption><\/figure>\n<figcaption class=\"blocks-gallery-caption\">Cara sederhana untuk pemula menggunakan metode sumbu dapat dilakukan dengan menyiapkan bak, loyang, atau bahkan botol bekas sebagai penampungan nutrisi (reservoir). <\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Metode ini <strong>mudah untuk pemula <\/strong>yang membutuhkan perhatian secara berkala. Ketika cadangan larutan nutrisi hampir habis, maka dapat diisi ulang dengan larutan nutrisi yang baru. Metode sumbu tersirkulasi juga bisa diotomatisasi dengan menggunakan pompa di reservoir untuk mengalirkan nutrisi ke perakaran tanaman, <em>lo<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Kelebihan :<\/p>\n\n\n\n<p>1) Tanaman mendapatkan persediaan air dan nutrisi secara terus-menerus, selama nutrisi yang ada di bak penampungan masih tersedia.<br>2) Alat dan bahan yang diperlukan cukup mudah, murah, dan dapat kita jumpai sehari-hari.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Kekurangan : <\/p>\n\n\n\n<p>Larutan nutrisi rawan ditumbuhi lumut dan pertumbuhan tanaman sedikit lebih lambat. Pertumbuhan lumut dapat dicegah dengan cara menutup atau melapisi bak penampungan nutrisi (reservoir) dengan cat warna gelap, seperti hitam dan coklat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"has-medium-font-size wp-block-heading\" id=\"htoc-2-float-hydroponic-system-fhs-atau-rakit-apung\">2. <strong>Float Hydroponic System (FHS) atau Rakit Apung<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Metode FHS dilakukan dengan cara tanaman ditancapkan pada lubang styrofoam yang terapung di atas permukaan larutan nutrisi yang ada di dalam reservoir, sehingga akar tanaman terendam larutan nutrisi. <\/p>\n\n\n\n<p>Pada FHS atau rakit apung, aerasi dapat berjalan lancar dengan meletakkan mangkok kecil yang dilubangi di dalam reservoir untuk memberi ruang antara larutan nutrisi dengan akar tanaman. Selain itu, juga bisa menggunakan alat seperti aerator, pompa akuarium, atau powerhead dengan nepel udara yang dimasukkan dalam reservoir. Pastikan<br>Sobat Pintar cek secara berkala untuk memastikan akar tanaman mengenai larutan<br>nutrisi.<br><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/hidroponik-rakit-apung.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"320\" height=\"171\" data-id=\"11721\" src=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/hidroponik-rakit-apung.jpg\" alt=\"sistem hidroponik rakit apung (fhs)\" class=\"wp-image-11721\" srcset=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/hidroponik-rakit-apung.jpg 320w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/hidroponik-rakit-apung-300x160.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/a><figcaption>Rakit Apung (FHS)<\/figcaption><\/figure>\n<figcaption class=\"blocks-gallery-caption\">Batang tanaman dililit dengan rockwool untuk menyesuaikan batang tanaman dengan lubang styrofoam.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kelebihan :  <\/p>\n\n\n\n<p>Pertumbuhan akar bisa optimal sehingga tanaman dapat tumbuh optimal. <\/p>\n\n\n\n<p>Kekurangan : <\/p>\n\n\n\n<p>Tanaman yang berukuran besar dan tumbuh dalam jangka waktu yang panjang tidak cocok menggunakan sistem FHS atau rakit apung.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"has-medium-font-size wp-block-heading\" id=\"htoc-3-pasang-dan-surut-ebb-and-flow-atau-flood-and-drain\">3. <strong>Pasang dan Surut (<em>Ebb and Flow<\/em> atau <em>Flood and Drain<\/em>)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Metode pasang dan surut dengan nama lain Ebb and Flow atau Flood and Drain ini, bekerja dengan pompa yang secara berkala mengalirkan larutan nutrisi ke reservoir hingga merendam akar dan dialirkan kembali ke reservoir dengan interval waktu tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p>Pompa diatur dengan timer untuk menentukan waktu pompa menyala dan pompa mati. Saat pompa nyala, larutan nutrisi mengalir hingga merendam akar, yang kemudian disebut pasang atau pembanjiran. Drainase terjadi saat surut atau pengeringan yang dilakukan ketika larutan nutrisi mencapai level tertentu. Saat pompa yang diatur dengan timer mati, maka air akan turun menuju ke reservoir yang dikenal proses surut atau pengeringan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-3 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/images.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"479\" height=\"280\" data-id=\"11711\" src=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/images.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-11711\" srcset=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/images.jpeg 479w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/images-300x175.jpeg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 479px) 100vw, 479px\" \/><\/a><figcaption>Flood and Drain<\/figcaption><\/figure>\n<figcaption class=\"blocks-gallery-caption\">Saat larutan nutrisi dialirkan kembali ke dalam reservoir, udara masuk ke dalam media tanam.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Metode ini merupakan pilihan yang bagus untuk hidroponik pemula maupun berpengalaman. <strong>Tips untuk hidroponik pemula <\/strong>yang menggunakan metode pasang dan surut yaitu pemilihan media.  <\/p>\n\n\n\n<p><em>Sobat Pintar<\/em>, media yang memiliki <em>water holding capacity<\/em> atau kapasitas menahan air tinggi, seperti moss dan cocopeat dapat menyebabkan pembasahan media yang berlebih. Sehingga, aerasi atau ketersediaan oksigen untuk tanaman rendah. Tetapi, ada beberapa sumber yang menyatakan jika media mampu menahan air dengan baik, maka tanaman tidak kekeringan dan siklus flood and drain lebih lama. Selanjutnya, media yang cepat kering, seperti rockwool dan perlite umumnya lebih bagus dibandingkan media yang memiliki kelembapan tinggi. Sedangkan media yang terlalu cepat kering, seperti hydroton membutuhkan siklus flood and drain terlalu sering.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li> Siklus pasang dan surut tidak lebih dari 15 menit dan pastikan siklus secepat mungkin.<\/li><li>Larutan nutrisi saat pasang cukup membasahi media dan saat surut media sepenuhnya kering (media tidak tergenangi nutrisi).<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Kelebihan :<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Tanaman mendapat persediaan air, oksigen, dan nutrisi secara berkala.<\/li><li>Supply oksigen untuk perakaran lebih baik.<\/li><li>Dapat digunakan untuk berbagai macam tanaman dan produksi yang dihasilkan tinggi. <\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Kekurangan : <\/p>\n\n\n\n<p>Ketergantungan pada listrik untuk menyalakan pompa dan timer saat pasang dan surut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"has-medium-font-size wp-block-heading\" id=\"htoc-4-drip-irrigation-atau-irigasi-tetes\">4. <strong>Drip irrigation atau Irigasi Tetes<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Metode irigasi tetes dilakukan dengan cara pemberian larutan nutrisi dalam bentuk tetes (drip), sehingga lebih menghemat air dan nutrisi. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-4 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/images-16-2.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"756\" height=\"406\" data-id=\"11720\" src=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/images-16-2.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-11720\" srcset=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/images-16-2.jpeg 756w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/images-16-2-300x161.jpeg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 756px) 100vw, 756px\" \/><\/a><figcaption>Irigasi Tetes<\/figcaption><\/figure>\n<figcaption class=\"blocks-gallery-caption\">Larutan nutrisi disambungkan dengan selang tetes dari reservoir ke daerah dekat perakaran tanaman. Kecepatan tetesan dapat diatur sesuai takaran dosis.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Metode ini sesuai untuk tanaman yang berukuran besar dan memerlukan waktu pertumbuhan yang cukup lama. Misalnya, tanaman cabai, tomat, mentimun, melon, semangka, dan lain-lain. Kelebihan metode ini yaitu lebih hemat air. Kekurangannya yaitu apabila terjadi penyumbatan pada selang, maka harus dibongkar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"has-medium-font-size wp-block-heading\" id=\"htoc-5-deep-water-culture-dwc\">5. <strong>Deep Water Culture (DWC)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Metode deep water culture, yaitu tanaman ditempatkan pada net pot dan akar ada di dalam larutan nutrisi.  <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery alignleft has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-5 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/images-10-1.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"747\" height=\"376\" data-id=\"11712\" src=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/images-10-1.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-11712\" srcset=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/images-10-1.jpeg 747w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/images-10-1-300x151.jpeg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 747px) 100vw, 747px\" \/><\/a><figcaption>Deep Water Culture<\/figcaption><\/figure>\n<figcaption class=\"blocks-gallery-caption\"> Metode DWC dapat menggunakan pompa untuk mengalirkan oksigen di perakaran. Aerasi akar<br>meningkatkan penyerapan air dan hara pada tanaman.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kelebihan :<\/p>\n\n\n\n<p>Memiliki instalasi sederhana dan perawatan yang relatif mudah.<\/p>\n\n\n\n<p>Kekurangan : <\/p>\n\n\n\n<p>Suhu air sulit untuk dijaga jika menggunakan DWC non sirkular, sehingga suhu air cenderung terlalu panas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"has-medium-font-size wp-block-heading\" id=\"htoc-6-nutrient-film-technique-nft\">6. <strong>Nutrient Film Technique (NFT)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Metode NFT memiliki akar tanaman yang tumbuh pada lapisan larutan nutrisi yang dangkal dan tersirkulasi. Hal ini memungkinkan tanaman memperoleh air, nutrisi, dan oksigen secara cukup. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-6 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/hydroponics-nutrients-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"400\" height=\"251\" data-id=\"11714\" src=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/hydroponics-nutrients-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-11714\" srcset=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/hydroponics-nutrients-1.jpg 400w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/hydroponics-nutrients-1-300x188.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><\/a><figcaption>Nutrient Film Technique<\/figcaption><\/figure>\n<figcaption class=\"blocks-gallery-caption\">Larutan nutrisi dialirkan menggunakan pompa dari reservoir ke perakaran tanaman yang ada di pipa PVC dan kembali lagi ke reservoir.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Metode NFT sesuai untuk sayuran hijau seperti sawi, selada, bayam, pakcoy, timun, tomat, dan lain-lain. Metode ini sangat banyak digunakan dan populer untuk hidroponik skala bisnis dan skala besar. Namun untuk petani hidroponik pemula, skala kecil, atau petani hobi jarang menggunakan metode ini. Metode NFT membutuhkan perhatian dan perawatan yang ekstra agar hasil panen optimal.<\/p>\n\n\n\n<p>Usaha tersebut meliputi pengecekan aliran larutan nutrisi, suhu udara di dalam pipa dan sterilisasi larutan nutrisi. Kegagalan yang biasa terjadi pada sistem NFT untuk hidroponik pemula, yaitu akar tanaman yang menyumbat pipa sehingga mencegah aliran nutrisi berjalan normal, kemudian penyebaran penyakit yang<br>sangat cepat jika tidak memperhatikan gejala awal, dan larutan nutrisi yang kurang<br>steril menyebabkan tumbuhnya jamur.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengetahui lebih lanjut tentang hidroponik sistem nft, anda dapat membaca artikel kami yang membantu anda <a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/mengenal-hidroponik-dengan-sistem-nft\/\"><strong><\/strong><\/a><strong><a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-admin\/post.php?post=12042&amp;action=edit\">Mengenal Hidroponik Sistem NFT (Nutrient Film Technique)<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"has-medium-font-size wp-block-heading\" id=\"htoc-7-aquaponik\">7. <strong>Aquaponik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Adakah Sobat Pintar yang gemar memelihara ikan? Bagaimana jika memelihara ikan bersamaan dengan budidaya tanaman? Bisa dong, dengan aquaponik. Aquaponik adalah budidaya ikan dan tanaman secara terintegrasi dalam sirkulasi semi-tertutup. Metode ini mendukung pertanian berkelanjutan dan terintegrasi yang mengombinasikan akuakultur dan hidroponik.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/u4d2z7k9.rocketcdn.me\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Aquaponics1.png\" alt=\"Aquaponics, salah satu jenis  jenis hidroponik\" width=\"713\" height=\"534\"\/><figcaption>Aquaponic<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kelebihan : <\/p>\n\n\n\n<p>Dapat mempertahankan kualitas air dan<br>menghasilkan 2 produk dalam sekali panen. <\/p>\n\n\n\n<p>Kekurangan : <\/p>\n\n\n\n<p>Membutuhkan perawatan ekstra antara keduanya, yaitu budidaya ikan dan tanaman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"has-medium-font-size wp-block-heading\" id=\"htoc-8-aeroponik\">8. <strong>Aeroponik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pemberian larutan nutrisi pada aeroponik dengan cara menyemprotkan larutan nutrisi yang<br>dikabutkan ke akar tanaman yang menggantung bebas di udara.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-7 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/images-3.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"384\" data-id=\"11719\" src=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/images-3.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-11719\" srcset=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/images-3.jpeg 800w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/images-3-300x144.jpeg 300w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/images-3-768x369.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/a><figcaption>Aeroponik<\/figcaption><\/figure>\n<figcaption class=\"blocks-gallery-caption\">Pengaturan waktu pengabutan dilakukan dengan frekuensi yang cukup sering dan teratur menggunakan timer.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kelebihan :<\/p>\n\n\n\n<p>Waktu panen terpendek dan estetika melihat akar tanaman di udara bebas.<\/p>\n\n\n\n<p>Kekurangan : <\/p>\n\n\n\n<p>Biaya instalasi cukup mahal, sangat bergantung pada listrik, tingkat fluktuasi pH sangat tinggi, dan frekuensi pengabutan harus sering karena akar tanaman cepat mengering.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"htoc-tips-hidroponik-bagi-pemula\">Tips Hidroponik bagi Pemula <\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah mengetahui  sistem hidroponik, Sobat Pintar  bisa memilih  sistem dan metode hidroponik yang disesuaikan dengan kebutuhan, luas lahan, dan kondisi keuangan untuk investasi awal instalasi. Dilansir dari <a href=\"https:\/\/scienceinhydroponics.com\/2021\/04\/why-nft-is-the-best-hydroponic-system-beginners-should-avoid.html\" rel=\"nofollow\">https:\/\/scienceinhydroponics.com<\/a>, berikut tips hidroponik bagi pemula:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Bagi hidroponik pemula yang menginginkan hasil produksi tanaman yang menjanjikan dan menghindari penggunaan media tanam, metode deep water culture dan sumbu atau wick menjadi alternatif yang lebih mudah.<\/li><li>Bagi yang ingin memulai dengan biaya yang terjangkau dapat menggunakan hidroponik substrat\/media, walaupun kurang efisien dibandingkan dengan metode lainnya.<\/li><li>Jika Sobat Pintar baru saja memulai hidroponik, lebih baik memilih sistem yang resikonya kecil dan disesuaikan dengan alokasi waktu Sobat untuk berkebun hidroponik.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Guna mempermudah  pengelolaan dan manajemen internal kebunmu nanti,  kamu dapat mendownload <strong>Aplikasi Kebun Pintar<\/strong> yang bertujuan untuk memudahkan kamu untuk mendokumentasikan seluruh kegiatan bercocok tanammu. Klik tomboh dibawah untuk mengunduh <strong>Aplikasi Kebun Pintar<\/strong>.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.kebunpintar.kebunpintarmobile&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=flyer&amp;utm_campaign=article-hidro-a-z\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/2-1024x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-12152\" width=\"512\" height=\"512\" srcset=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/2-1024x1024.png 1024w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/2-300x300.png 300w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/2-150x150.png 150w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/2-768x768.png 768w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/2.png 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 512px) 100vw, 512px\" \/><\/a><figcaption>Kebun Pintar, Solusi Pintar Berkebun<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-core-buttons-is-layout-16018d1d wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button is-style-fill\"><a class=\"wp-block-button__link has-background\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.kebunpintar.kebunpintarmobile&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=flyer&amp;utm_campaign=article-8-sistem\" style=\"background-color:#169140\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Download Sekarang Disini, GRATIS!<\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"jangan-lupa-selalu-cek-parameter-yang-ada-di-kebun-kamu\">Jangan Lupa Selalu Cek Parameter Yang Ada di Kebun Kamu!<\/h4>\n\n\n\n<p>Pengecekan ini penting untuk dilakukan, pastikan seluruh parameter krusial yang berada di kebun mulai dari suhu lingkungan, kelembaban, pH, suhu air, dan kandungan PPM dalam ambang normal.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"RoboTani, Solusi Pintar Tingkatkan Efektifitas Kebun Petani Urban\" width=\"735\" height=\"413\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/YhaExNBwBWc?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p>Untuk mempermudah kamu dalam mengecek, Kebun Pintar mengembangkan sebuah prototype yang bernama <a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/robotani-solusi-pintar-tingkatkan-efektifitas-kebun-petani-urban\/\"><strong>RoboTani<\/strong><\/a>. Dengan <strong>RoboTani<\/strong> yang terintegrasi dengan <strong>Aplikasi Kebun Pintar<\/strong> kamu bisa mengecek ke 6 parameter yang berada di kebunmu hanya dari genggaman saja. Kunjungi <a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/shop\/\">Kebun Pintar Shop<\/a> untuk melakukan pre-order dan dapatkan informasi lebih lanjut melalui e-mail terkait produksi massal <strong>RoboTani<\/strong>.<\/p>\n\n\n<ul class=\"wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts\"><li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/alat-dan-bahan-hidroponik-sederhana\/\">Alat dan Bahan Hidroponik Sederhana: 2 Contohnya<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/7-jenis-sayuran-hidroponik-yang-mudah-untuk-ditanam\/\">7 Jenis Sayuran Hidroponik yang Mudah untuk ditanam<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/6-tahapan-budidaya-hidroponik-sayur-dan-buah\/\">6 Tahapan Budidaya Hidroponik Sayur dan Buah<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/sistem-wick-pada-hidroponik\/\">Sistem Wick Pada Hidroponik<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/3-tip-manajemen-larutan-air-nutrisi-hidroponik\/\">3 Tips Manajemen Larutan Air Nutrisi Hidroponik<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berkebun dengan sistem hidroponik di pekarangan atau atap rumah selama pandemi, tidak hanya untuk hobi atau mempercantik rumah. Tetapi, juga berperan dalam peningkatan kualitas hidup dengan makanan yang lebih sehat &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":11709,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15,16],"tags":[],"class_list":["post-11685","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-agroteknologi","category-tips-berkebun"],"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11685","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11685"}],"version-history":[{"count":23,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11685\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12602,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11685\/revisions\/12602"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11709"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11685"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11685"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11685"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}