{"id":12259,"date":"2022-03-17T19:29:01","date_gmt":"2022-03-17T12:29:01","guid":{"rendered":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/?p=12259"},"modified":"2022-07-27T00:38:21","modified_gmt":"2022-07-26T17:38:21","slug":"6-tahapan-budidaya-hidroponik-sayur-dan-buah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/6-tahapan-budidaya-hidroponik-sayur-dan-buah\/","title":{"rendered":"6 Tahapan Budidaya Hidroponik Sayur dan Buah"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/hydroponics-vegetable-2021-09-02-14-47-30-utc-scaled.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/hydroponics-vegetable-2021-09-02-14-47-30-utc-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-12375\" width=\"551\" height=\"367\" srcset=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/hydroponics-vegetable-2021-09-02-14-47-30-utc-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/hydroponics-vegetable-2021-09-02-14-47-30-utc-300x200.jpg 300w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/hydroponics-vegetable-2021-09-02-14-47-30-utc-768x512.jpg 768w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/hydroponics-vegetable-2021-09-02-14-47-30-utc-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/hydroponics-vegetable-2021-09-02-14-47-30-utc-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 551px) 100vw, 551px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Setelah mengetahui dan membaca <a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/hidroponik-a-z-pengertian-jenis-tips-memulai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Hidroponik A-Z : Pengertian, Jenis &amp; 4 Tips Memulainya<\/a>. Kali ini Kebun Pintar akan membahas mengenai tahapan budidaya hidroponik sayuran dan buah yang mudah untuk dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Budidaya hidroponik dapat bertujuan untuk skala rumahan dan komersial. Mulai dari tahapan budidaya hidroponik, sampai faktor yang mempengaruhi nya yaitu bibit, nutrisi, media tanam, wadah, lokasi dan sistem hidroponik perlu diperhatikan. Syaratdan tahapan budidaya hidroponik untuk skala kecil menjadi skala komersial: <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Mudah dikembangkan<\/li><li>Efisiensi Tempat<\/li><li>Ketersediaan media<\/li><li>Tidak menggunakan pestisida<\/li><li>Sesuai kondisi lahan<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-ht-block-toc  is-style-outline htoc htoc--position-wide toc-list-style-plain\" data-htoc-state=\"expanded\"><span class=\"htoc__title\"><span class=\"ht_toc_title\">Table of Contents<\/span><span class=\"htoc__toggle\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"16\" height=\"16\"><g fill=\"#444\"><path d=\"M15 7H1c-.6 0-1 .4-1 1s.4 1 1 1h14c.6 0 1-.4 1-1s-.4-1-1-1z\"><\/path><path d=\"M15 1H1c-.6 0-1 .4-1 1s.4 1 1 1h14c.6 0 1-.4 1-1s-.4-1-1-1zM15 13H1c-.6 0-1 .4-1 1s.4 1 1 1h14c.6 0 1-.4 1-1s-.4-1-1-1z\"><\/path><\/g><\/svg><\/span><\/span><div class=\"htoc__itemswrap\"><ul class=\"ht_toc_list\"><li class=\"\"><a href=\"#htoc-tahapan-budidaya-tanaman-hidroponik\">Tahapan Budidaya Hidroponik<\/a><ul class=\"ht_toc_child_list\"><li class=\"\"><a href=\"#htoc-1-pembibitan\">1. Pembibitan<\/a><\/li><li class=\"\"><a href=\"#htoc-2-larutan-nutrisi\">2. Larutan Nutrisi<\/a><\/li><li class=\"\"><a href=\"#htoc-3-penanaman\">3. Penanaman<\/a><\/li><li class=\"\"><a href=\"#htoc-4-perawatan\">4. Perawatan<\/a><\/li><li class=\"\"><a href=\"#htoc-5-pengendalian-hama-dan-penyakit\">5. Pengendalian Hama dan Penyakit<\/a><\/li><li class=\"\"><a href=\"#htoc-5-penyuluman\">6. Panen<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"\"><a href=\"#htoc-jenis-tanaman-yang-dapat-dikembangkan-secara-hidroponik\">Jenis Tanaman yang dapat Dikembangkan secara Hidroponik<\/a><\/li><\/ul><\/div><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"htoc-tahapan-budidaya-tanaman-hidroponik\">Tahapan Budidaya Hidroponik<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"htoc-1-pembibitan\">1. Pembibitan<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/seedlings-2021-08-31-16-49-07-utc-scaled.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/seedlings-2021-08-31-16-49-07-utc-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-12376\" width=\"425\" height=\"283\" srcset=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/seedlings-2021-08-31-16-49-07-utc-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/seedlings-2021-08-31-16-49-07-utc-300x200.jpg 300w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/seedlings-2021-08-31-16-49-07-utc-768x512.jpg 768w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/seedlings-2021-08-31-16-49-07-utc-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/seedlings-2021-08-31-16-49-07-utc-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 425px) 100vw, 425px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Tahapan budidaya hidroponik yang pertama yaitu pembibitan. Pembibitan biasa dilakukan melalui persemaian. Pada pembibitan, biasanya benih disemai pada tray atau wadah semai. Benih yang digunakan sebaiknya sehat, seragam dan memiliki tingkat germinasi diatas 80 persen. Media semai yang baik dan umum digunakan untuk budidaya hidroponik adalah rockwool. pada pembibita, benih biasanya mulai berkecambah pada umur 3-7 hari. Bibit yang sudah siap tanam adalah bibit yang berusia 3-4 minggu atau sudah memiliki 3-4 daun.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"htoc-2-larutan-nutrisi\">2. Larutan Nutrisi<\/h3>\n\n\n\n<p>Tahapan budidaya hidroponik yang kedua adalah pemberian nutrisi. Larutan nutrisi merupakan sumber utama dalam pertumbuhan tanaman. Larutan nutrisi dapat diberikan dalam bentuk genangan atau mengalir. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai bagaimana persiapan dalan pembuatan larutan nutrisi dapat Anda lihat pada <a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/3-tip-manajemen-larutan-air-nutrisi-hidroponik\/\" data-type=\"post\" data-id=\"12225\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Persiapan dan Manajemen Larutan Air Nutrisi Hidroponik<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"htoc-3-penanaman\">3. Penanaman<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/small-plants-growing-in-hydroponic-culture-2021-08-29-06-53-10-utc-scaled.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/small-plants-growing-in-hydroponic-culture-2021-08-29-06-53-10-utc-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-12378\" width=\"383\" height=\"255\" srcset=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/small-plants-growing-in-hydroponic-culture-2021-08-29-06-53-10-utc-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/small-plants-growing-in-hydroponic-culture-2021-08-29-06-53-10-utc-300x200.jpg 300w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/small-plants-growing-in-hydroponic-culture-2021-08-29-06-53-10-utc-768x512.jpg 768w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/small-plants-growing-in-hydroponic-culture-2021-08-29-06-53-10-utc-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/small-plants-growing-in-hydroponic-culture-2021-08-29-06-53-10-utc-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 383px) 100vw, 383px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Tahapan budidaya hidroponik selanjutnya yaitu penanaman. Bibit yang siap tanam biasanya telah berumur 3 \u2013 4 minggu dipersemaian atau memiliki 3 sampai 4 helai daun. bibit tersebut dipindahkan ke wadah tanam yang telah diisi media yang steril, jika tanaman tersebut perlu disemai. Tanaman yang tidak perlu disemai, dapat langsung ditanam ke wadah tanam. Dalam penanaman, perlu diperhatikan media tanam yang akan digunakan. Media tanam yang akan digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ditanam. Untuk mendapatkan media tanam yang baik dan sesuai jenis tanaman yang ditanam, perlu diketahui karakteristik setiap jenis media tanam. Lebih lengkapnya mengenai media tanam dapat anda lihat pada <a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/15-jenis-media-tanam-hidroponik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">15 Jenis Media Tanam Hidroponik.<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"htoc-4-perawatan\">4. Perawatan<\/h3>\n\n\n\n<p>Perawatan perlu dilakukan terutama pada awal penanaman,dimana tanaman (bibit) di tempatkan pada lokasi yang tidak terkena cahaya matahari secara langsung. Setelah berumur 1-2 minggu, tanaman sudah dapat dipindahkan di daerah dengan sinar matahari langsung. Penambahan nutrisi dilakukan secara teratur dan sesuai kebutuhan tanaman. Pemeliharaan lain yang dapat dilakukan meliputi penyulaman, perawatan jaringan irigasi, pengecekan pH dan kepekatan larutan nutrisi serta pengendalian hama dan penyakit.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"htoc-5-pengendalian-hama-dan-penyakit\">5. Pengendalian Hama dan Penyakit<\/h3>\n\n\n\n<p>Pada teknik budidaya Hidroponik, umumnya tidak menggunakan pestisida untuk menghindari dan mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Untuk menghindari hama, dapat dilakukan secara manual yaitu dengan membalilk \u2013 balikan daun dan mencabut tanaman yang telah terserang ulat daun. <\/p>\n\n\n\n<p>Pengendalian serangga harus dilakukan setiap hari untuk mendeteksi keberadaan serangga dewasa dan menemukan telur serangga, atau untuk menemukan larva, ulat atau kutu-kumbang di tahap awal perkembangan dan membunuhnya. Upaya ini akan mengurangi jumlah serangga, karena pengendalian secara konstan dan bertahap pada tahap perkembangannya akan membantu menghentikan siklus hidup serangga. <\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan untuk pengendalian penyakit dilakukan sejak dini yaitu dengan pemilihan benih unggul yang tahan terhadap penyakit. Penyakit utama yang menyerang tanaman hidroponik disebabkan oleh kontaminasi dari substrat, manajemen yang buruk dan kurangnya langkah-langkah pencegahan. Salah satu contoh penyakit yang disebabkan oleh jamur yaitu busuk akar. Lebih lanjut nya mengenai penyakit tersebut dapat Anda baca <a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/mengenali-dan-mencegah-busuk-akar-hidroponik\/\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/mengenali-dan-mencegah-busuk-akar-hidroponik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mengenali dan Mencegah Penyakit Busuk Akar Hidroponik<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"htoc-5-penyuluman\">6. Panen<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/hydroponics-vegetable-greenhouse-2022-03-13-07-35-45-utc-scaled.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/hydroponics-vegetable-greenhouse-2022-03-13-07-35-45-utc-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-12377\" width=\"421\" height=\"316\" srcset=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/hydroponics-vegetable-greenhouse-2022-03-13-07-35-45-utc-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/hydroponics-vegetable-greenhouse-2022-03-13-07-35-45-utc-300x225.jpg 300w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/hydroponics-vegetable-greenhouse-2022-03-13-07-35-45-utc-768x576.jpg 768w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/hydroponics-vegetable-greenhouse-2022-03-13-07-35-45-utc-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/hydroponics-vegetable-greenhouse-2022-03-13-07-35-45-utc-2048x1536.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 421px) 100vw, 421px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Tahapan budidaya hidroponik yang terakhir adalah pemanenan. Pemanenan dilakukan setelah tanaman memasuki umur panen atau telah memiliki kriteria panen. Umur panen dan kriteria masing-masing komoditas berbeda-beda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"htoc-jenis-tanaman-yang-dapat-dikembangkan-secara-hidroponik\">Jenis Tanaman yang dapat Dikembangkan secara Hidroponik<\/h2>\n\n\n\n<p><strong>Tanaman Sayuran Daun<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Tanaman Kangkung<\/li><li>Tanaman Bayam<\/li><li>Tanaman Sawi<\/li><li>Tanaman Selada<\/li><li>Tanaman Seledri<\/li><li>Tanaman Pakcoy<\/li><li>Tanaman Kailan<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Tanaman sayuran daun cenderung mudah untuk dibudidayakan karena masa panen yang cepat dan tidak memerlukan tempat yang besar untuk pertumbuhannya. Lebih lanjut mengenai penjelasan hidroponik sayuran daun dapat anda lihat <a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/?p=12430\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/?p=12430\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">7 Jenis Sayuran Hidroponik yang Mudah untuk ditanam<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tanaman Sayuran Buah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Tanaman Paprika<\/li><li>Tanaman Cabai <\/li><li>Tanaman Tomat Cherry <\/li><li>Tanaman Mentimun<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Tanaman Buah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Tanaman Melon<\/li><li>Tanaman Semangka<\/li><li>Tanaman Stroberi<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Tanaman Hias<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Tanaman Anggrek<\/li><li>Tanaman Agloenema<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-vivid-green-cyan-background-color has-text-color has-background\">Jika kamu tertarik untuk mencoba bercocok tanam dengan hidroponik, kami sarankan untuk memulainya dari skala kecil terlebih dahulu untuk mendapatkan <em>&#8220;feel&#8221;<\/em> bercocok tanam terlebih dahulu.  Kamu bisa klik salah satu gambar dibawah dan pilih harga yang sesuai dengan budget yang kamu!<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-5 wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/shope.ee\/q6cqKHHbE\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"202\" height=\"265\" data-id=\"12545\" src=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/WickStarterKit1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-12545\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/shope.ee\/fnCe1HuwD\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"210\" height=\"269\" data-id=\"12546\" src=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/WickStarterKit2.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-12546\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/shope.ee\/1AjTEwG0vK\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"210\" height=\"265\" data-id=\"12547\" src=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/WickStarterKit3.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-12547\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/shope.ee\/10Q32dGeGJ\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"208\" height=\"269\" data-id=\"12548\" src=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/WickStarterKit4.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-12548\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/shope.ee\/Aqw36JoxA\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"210\" height=\"263\" data-id=\"12549\" src=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/WickStarterKit5.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-12549\"\/><\/a><\/figure>\n<\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah mengetahui dan membaca Hidroponik A-Z : Pengertian, Jenis &amp; 4 Tips Memulainya. Kali ini Kebun Pintar akan membahas mengenai tahapan budidaya hidroponik sayuran dan buah yang mudah untuk dilakukan. &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":12375,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,27,44],"tags":[21,23],"class_list":["post-12259","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-budidaya-tanaman-hidroponik","category-hidroponik","category-tahapan-budidaya-tanaman-hidroponik","tag-hidroponik-pemula","tag-sistem-hidroponik"],"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12259","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12259"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12259\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12552,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12259\/revisions\/12552"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12375"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12259"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12259"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12259"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}