{"id":12262,"date":"2021-10-03T17:03:00","date_gmt":"2021-10-03T10:03:00","guid":{"rendered":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/?p=12262"},"modified":"2022-03-13T17:56:11","modified_gmt":"2022-03-13T10:56:11","slug":"baca-dulu-sebelum-menanam-5-kekurangan-metode-hidroponik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/baca-dulu-sebelum-menanam-5-kekurangan-metode-hidroponik\/","title":{"rendered":"Baca Dulu Sebelum Menanam, 5 Kekurangan Metode Hidroponik"},"content":{"rendered":"\n<p>Mempunyai kebun sayur dan buah sendiri pasti rasanya menyenangkan terutama bagi mereka yang gemar bercocok tanam. Selain di kebun, sekarang siapa pun bisa menanam sayur buah di rumah saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu metode penanaman yang sedang populer yakni <strong>metode hidroponik<\/strong>. Banyak masyarakat Indonesia yang mulai tertarik bertanam sayur dan buah secara mandiri dengan bahan sederhana.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-ht-block-toc  is-style-outline htoc htoc--position-wide toc-list-style-plain\" data-htoc-state=\"expanded\"><span class=\"htoc__title\"><span class=\"ht_toc_title\">Table of Contents<\/span><span class=\"htoc__toggle\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"16\" height=\"16\"><g fill=\"#444\"><path d=\"M15 7H1c-.6 0-1 .4-1 1s.4 1 1 1h14c.6 0 1-.4 1-1s-.4-1-1-1z\"><\/path><path d=\"M15 1H1c-.6 0-1 .4-1 1s.4 1 1 1h14c.6 0 1-.4 1-1s-.4-1-1-1zM15 13H1c-.6 0-1 .4-1 1s.4 1 1 1h14c.6 0 1-.4 1-1s-.4-1-1-1z\"><\/path><\/g><\/svg><\/span><\/span><div class=\"htoc__itemswrap\"><ul class=\"ht_toc_list\"><li class=\"\"><a href=\"#htoc-kenapa-hidroponik-dipilih\">Kenapa Hidroponik Dipilih?<\/a><\/li><li class=\"\"><a href=\"#htoc-kekurangan-metode-hidroponik\">Kekurangan Metode Hidroponik<\/a><ul class=\"ht_toc_child_list\"><li class=\"\"><a href=\"#htoc-perlu-ketelitian\">Perlu Ketelitian<\/a><\/li><li class=\"\"><a href=\"#htoc-cukup-menguras-biaya\">Cukup Menguras Biaya<\/a><\/li><li class=\"\"><a href=\"#htoc-cukup-berisiko\">Cukup Berisiko<\/a><\/li><li class=\"\"><a href=\"#htoc-pengecekan-secara-berkala\">Pengecekan Secara Berkala<\/a><\/li><li class=\"\"><a href=\"#htoc-butuh-keterampilan\">Butuh Keterampilan<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/div><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"htoc-kenapa-hidroponik-dipilih\"><strong>Kenapa Hidroponik Dipilih?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Apabila dibandingkan dengan cara konvensional, biasanya kita membutuhkan banyak persiapan mulai dari lahan, jenis pupuk, pemilihan tanah, perawatan, pembibitan dan sebagainya yang lumayan menguras dana.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan untuk metode ini bisa dikatakan cukup ekonomis sebab memanfaatkan air sebagai media tanam sehingga para petani tak perlu harus kerepotan menyediakan lahan untuk bertanam.<\/p>\n\n\n\n<p>Tanaman dialiri menggunakan air nutrisi berupa pupuk khusus yang dicampur dengan air bersih yang nantinya berguna sebagai sumber nutrisi bagi tanaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;Tempat bertanam untuk sayur hidroponik biasanya menggunakan pot, botol air mineral, pipa atau pun talang dengan tambahan pompa untuk mengairi tanaman serta penampungnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Perawatan yang dilakukan juga begitu sederhana, tak ribet karena metode ini lumayan ampuh dalam mencegah hama mau pun gulma. Serta masa tanam hingga panennya terbilang sebentar hanya berkisar 45 hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Kini bertanam sayur-sayuran dan buah bisa dilakukan dengan cara yang begitu sederhana dan siapa pun bisa mencobanya sendiri secara kecil-kecilan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"htoc-kekurangan-metode-hidroponik\"><strong>Kekurangan Metode Hidroponik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dibalik banyaknya keuntungan, terdapat juga beberapa kekurangan dari <strong>metode hidroponik<\/strong> yang perlu Anda ketahui sebelum ingin mencoba bertanam, berikut di antaranya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"htoc-perlu-ketelitian\"><strong>Perlu Ketelitian<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Meski cara penanamannya terlihat sederhana dan tak begitu sulit, akan tetapi Anda harus teliti terutama dalam penyusunan tanamannya dan membuat larutan nutrisi.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"htoc-cukup-menguras-biaya\"><strong>Cukup Menguras Biaya<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Metode ini memang sebenarnya praktis dan tak butuh banyak peralatan, akan tetapi jika Anda memilih sistem NFT biasanya perlu perlengkapan yang lebih mumpuni seperti adanya pompa untuk pengairan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk sistem yang lebih ekonomis, maka pilihlah sistem Wick.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"htoc-cukup-berisiko\"><strong>Cukup Berisiko<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Tanaman punya risiko mati secara menyeluruh apabila Anda salah dalam penerapan sistemnya. Jika cara konvensional yang kemungkinan beberapa masih bisa terselamatkan, beda halnya dengan sistem pengairan ini.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"htoc-pengecekan-secara-berkala\"><strong>Pengecekan Secara Berkala<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Beda dengan sistem NFT, apabila Anda menerapkan sistem Wick perlu mengecek kondisi air nutrisi tanaman secara berkala, jangan sampai kekurangan yang menyebabkan matinya tanaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, kita juga perlu mengontrol secara rutin jumlah nutrisi yang harus diberikan, kadar keasaman.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"htoc-butuh-keterampilan\"><strong>Butuh Keterampilan<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Terakhir, dibutuhkan juga keterampilan apabila akan memulai penanaman secara hidroponik. Anda perlu terampil dalam cara menanam, pembibitan, penyemaian, serta perawatan secara berkala supaya hasilnya dapat maksimal.<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah sekilas penjelasan kenapa <strong>metode hidroponik <\/strong>kerap dipilih dan beberapa kekurangan di dalamnya. Semoga bermanfaat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mempunyai kebun sayur dan buah sendiri pasti rasanya menyenangkan terutama bagi mereka yang gemar bercocok tanam. Selain di kebun, sekarang siapa pun bisa menanam sayur buah di rumah saja. Salah &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12189,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-12262","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12262","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12262"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12262\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12304,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12262\/revisions\/12304"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12189"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12262"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12262"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12262"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}