{"id":12274,"date":"2021-10-24T21:10:00","date_gmt":"2021-10-24T14:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/?p=12274"},"modified":"2022-03-13T21:35:59","modified_gmt":"2022-03-13T14:35:59","slug":"ini-dia-faktor-faktor-yang-perlu-diperhatikan-saat-akan-bertanam-hidroponik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/ini-dia-faktor-faktor-yang-perlu-diperhatikan-saat-akan-bertanam-hidroponik\/","title":{"rendered":"Ini Dia Faktor-Faktor yang Perlu Diperhatikan Bertanam Hidroponik"},"content":{"rendered":"\n<p>Menanam tanaman dengan sistem hidroponik memang sangat menguntungkan, apalagi untuk Anda yang tidak punya lahan cukup. Tetapi tentunya ada berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan bertanam dengan metode ini. simak faktor-faktor yang perlu Anda perhatikan tersebut disini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Cahaya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Cahaya merupakan salah satu kebutuhan penting setiap tanaman. Tidak bisa dipungkiri bahwa cahaya untuk tanaman hidroponik juga harus diperhatikan. Pastinya ilmu fotosintesis pada tumbuhan bukan hal asing lagi untuk Anda. tanaman bisa melakukannya karena bantuan dari cahaya. Selain dari matahari, Anda juga bisa menggunakan beberapa lampu LED paling tidak selama 8-10 jam per harinya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kualitas Air<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Hal yang perlu diperhatikan pastinya adalah air karena hidroponik sendiri memang memiliki arti bertanam dengan media air. Biasanya air yang digunakan dinamakan dengan air baku karena memang belum tercampur dengan bahan lainnya. biasanya air yang boleh dipakai adalah dengan PPM kurang dari 100. Kemudian juga harus bersih dari segi warna, bau, serta rasanya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Mineral dan Nutrisi (Pupuk)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena dalam budidaya satu ini tidak menggunakan tanah, maka mineral dan unsur hara lainnya harus didapatkan dari sumber lainnya. Anda bisa membuat sendiri pupuk hidroponik tersebut atau bisa memakai AB-Mix yang sudah banyak dijual di pasaran. Biasanya AB-Mix sudah mengandung unsur hara lengkap yaitu makro dan mikro. Hanya saja perlu diperhatikan lagi dalam hal konsentrasi larutannya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Suhu<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Suhu sebenarnya adalah salah satu faktor sekunder yang juga harus diperhitungkan pengaruhnya. Umumnya, tanaman akan bertahan pada suhu lingkungan antara 18 \u2013 28 derajat celcius. Kalau suhunya terlalu tinggi akan menyebabkan oksigen yang terlarut pada air akan berkurang. hal ini menyebabkan tanaman tidak mendapat oksigen yang maksimal untuk respirasi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Media Tanam<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pemilihan media tanam yang tepat juga mempengaruhi keberhasilan proses tanam Anda. ada beberapa media tanam yang biasa digunakan pada budidaya tanaman metode ini seperti <em>rockwool<\/em>, <em>hidroton, <\/em>pasir, sekam, dan lain sebagainya. Media tanam yang digunakan harus sesuai dengan ukuran dan kebutuhan perakaran tanaman.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>PH Larutan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Faktor PH larutan ini tentunya sangat berhubungan erat dengan air yang digunakan. Untuk PH air yang bagus untuk pertanaman hidroponik ini adalah netral yaitu antara 5,8 sampai dengan 6,5. Hal ini karena kalau PH terlalu asam akan beresiko mikronutrien akan berefek racun pada tanaman. Sedangkan kalau PH lebih tinggi atau cenderung basa, akan menghambat penyerapan unsur hara pada akar tanaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah beberapa faktor penting yang bisa mempengaruhi keberhasilan dalam budidaya hidroponik. Selain itu Anda juga harus memperhatikan keberadaan oksigen terlarut dalam air supaya pengambilan nutrisi juga lebih mudah. jangan lupa untuk melengkapi koleksi alat seperti PH meter, TDS meter, dan lainnya supaya pengukuran larutan lebih presisi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menanam tanaman dengan sistem hidroponik memang sangat menguntungkan, apalagi untuk Anda yang tidak punya lahan cukup. Tetapi tentunya ada berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan bertanam dengan metode ini. simak faktor-faktor &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12307,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-12274","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12274","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12274"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12274\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12315,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12274\/revisions\/12315"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12307"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12274"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12274"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12274"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}