{"id":12503,"date":"2022-04-08T15:29:58","date_gmt":"2022-04-08T08:29:58","guid":{"rendered":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/?p=12503"},"modified":"2022-08-25T16:57:31","modified_gmt":"2022-08-25T09:57:31","slug":"alat-dan-bahan-hidroponik-sederhana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/alat-dan-bahan-hidroponik-sederhana\/","title":{"rendered":"Alat dan Bahan Hidroponik Sederhana: 2 Contohnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Halo sobat Pintar! Setelah membaca mengenai <a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/sistem-wick-pada-hidroponik\/\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/sistem-wick-pada-hidroponik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Sistem Wick pada Hidroponik<\/a> sebelumnya, kali ini Kebun Pintar akan membahas tentang tata cara bertanam hidroponik mulai dari alat dan bahan Hidroponik sederhana yang akan digunakan dan apa saja yang diperlukan dalam budidaya hidroponik terutama bagi para pemula yang ingin mencoba bertanam hidroponik menggunakan sistem <em>wick<\/em> dan <em>floating system<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p>Sebelumnya, sudah dijelaskan bahwa sistem <em>wick<\/em> dan <em>floating system<\/em> merupakan metode hidroponik yang paling sederhana. Sistem ini bisa menggunakan bahan-bahan daur ulang seperti botol atau gelas bekas minuman kemasan sebagai wadah untuk nutrisi. Tanaman mendapatkan nutrisi yang diserap melalui sumbu atau kain flanel. Berikut penjelasan mengenai alat dan bahan hidroponik yang akan digunakan.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/hydroponics-g8595a89fe_1920.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/hydroponics-g8595a89fe_1920-1024x703.jpg\" alt=\"Alat dan Bahan Hidroponik Sederhana\" class=\"wp-image-12509\" width=\"502\" height=\"344\" srcset=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/hydroponics-g8595a89fe_1920-1024x703.jpg 1024w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/hydroponics-g8595a89fe_1920-300x206.jpg 300w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/hydroponics-g8595a89fe_1920-768x527.jpg 768w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/hydroponics-g8595a89fe_1920-1536x1054.jpg 1536w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/hydroponics-g8595a89fe_1920-135x93.jpg 135w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/hydroponics-g8595a89fe_1920.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 502px) 100vw, 502px\" \/><\/a><figcaption>Alat dan Bahan Hidroponik Sederhana<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-ht-block-toc  is-style-outline htoc htoc--position-wide toc-list-style-plain\" data-htoc-state=\"expanded\"><span class=\"htoc__title\"><span class=\"ht_toc_title\">Table of Contents<\/span><span class=\"htoc__toggle\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"16\" height=\"16\"><g fill=\"#444\"><path d=\"M15 7H1c-.6 0-1 .4-1 1s.4 1 1 1h14c.6 0 1-.4 1-1s-.4-1-1-1z\"><\/path><path d=\"M15 1H1c-.6 0-1 .4-1 1s.4 1 1 1h14c.6 0 1-.4 1-1s-.4-1-1-1zM15 13H1c-.6 0-1 .4-1 1s.4 1 1 1h14c.6 0 1-.4 1-1s-.4-1-1-1z\"><\/path><\/g><\/svg><\/span><\/span><div class=\"htoc__itemswrap\"><ul class=\"ht_toc_list\"><li class=\"\"><a href=\"#htoc-langkah-kerja\">Alat dan Bahan Hidroponik Sederhana serta Pembuatan Sistem wick<\/a><\/li><li class=\"\"><a href=\"#htoc-alat\">Alat dan Bahan Hidroponik Sederhana serta Pembuatan Floating System<\/a><\/li><li class=\"\"><a href=\"#htoc-hal-yang-perlu-diperhatikan\">Hal yang perlu diperhatikan <\/a><\/li><\/ul><\/div><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"htoc-langkah-kerja\">Alat dan Bahan Hidroponik Sederhana serta Pembuatan Sistem <em>wick<\/em><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/image.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/image.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-12510\" width=\"244\" height=\"330\"\/><\/a><figcaption>Alat dan Bahan Hidroponik Sistem <em>wick<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Sistem <em>wick<\/em> sangat cocok diterapkan bagi pemula karena selain mudah diterapkan, dan menggunakan media yang sederhana. Sistem ini tidak memerlukan listrik dan pompa seperti NFT dan DFT. Alat dan bahan hidroponik <em>wick<\/em> yang digunakan: <\/p>\n\n\n\n<p>Alat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Botol bekas air mineral ukuran 1000 ml<\/li><li>Gunting<\/li><li>Pisau atau cutter<\/li><li>Sumbu berupa kain bekas, atau kain flanel sebagai pengalir nutrisi<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p id=\"htoc-bahan\">Bahan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Benih tanaman<\/li><li>Media tanam berupa pasir atau sekam atau rockwool<\/li><li>Larutan nutrisi berupa pupuk (biasanya menggunakan Abmix)<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Berikut cara menanam tanaman dengan sistem <em>wick<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Siapkan botol bekas air mineral berukuran 1 liter, pisau, gunting, kain flannel, dan larutan nutrisi.<\/li><li>Potong botol menjadi 2 bagian, kemudian lubangi tutupnya.<\/li><li>Gabungkan kedua potongan tersebut dengan cara membalik bagian atas botol menghadap kebawah.<\/li><li>Pasang kain flanel pada lubang tutup botol, tujuannya agar dapat meyerap air nutrisi.<\/li><li>Isi lapisan atas botol dengan media tanam seperti pasir, sekam atau rockwool. Kemudian isi lapisan bawah dengan larutan nutrisi.<\/li><li>Tanam bibit tanaman pada lapisan atas botol.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"htoc-alat\">Alat dan Bahan Hidroponik Sederhana <strong>serta Pembuatan <em>Floating System<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/image-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"347\" height=\"260\" src=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/image-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-12511\" srcset=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/image-1.png 347w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/image-1-300x225.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 347px) 100vw, 347px\" \/><\/a><figcaption>Alat dan Bahan Hidroponik <em>Floating System<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Sistem <em>Floating<\/em> juga sangat cocok diterapkan bagi pemula seperti sistem <em>wick<\/em> sebelumnya. Sistem ini mirip seperti sistem wick karena tidak memerlukan listrik dan pompa seperti NFT dan DFT. Alat dan bahan hidroponik <em>floating system<\/em> yang digunakan: <\/p>\n\n\n\n<p>Alat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Styrofoam<\/li><li>Gunting<\/li><li>Bak atau wadah penampung<\/li><li>Pisau atau cutter<\/li><li>netpot.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p id=\"htoc-bahan\">Bahan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Benih tanaman<\/li><li>Media tanam berupa rockwool atau spons<\/li><li>Larutan nutrisi berupa pupuk (biasanya menggunakan Abmix)<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Berikut cara menanam tanaman dengan sistem floating:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Siapkan Styrofoam, bak penampung, netpot, rockwool, nutrisi dan benih tanaman.<\/li><li>Benih tanaman disemai terlebih dahulu pada rockwool atau spons hingga muncul 2-4 daun.<\/li><li>Beri lubang-lubang pada styrofoam (seukuran netpot) dengan jarak 3-5 cm antar lubang. <\/li><li>Letakkan rockwool atau spons (bagian tengah diberi celah) ke dalam netpot pada saat sudah muncul 2-4 daun.<\/li><li>Isi bak penampung berisi larutan nutrisi.<\/li><li>Letakkan Styrofoam diatas bak penampung berisi air dan biarkan seperti mengapung.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"htoc-hal-yang-perlu-diperhatikan\">Hal yang perlu diperhatikan <\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><a href=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/8547918726_09f429790d_o.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/8547918726_09f429790d_o.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-12513\" width=\"479\" height=\"316\" srcset=\"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/8547918726_09f429790d_o.png 549w, https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/8547918726_09f429790d_o-300x198.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 479px) 100vw, 479px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p id=\"htoc-hal-yang-perlu-diperhatikan1\">1. Penyiapan Nutrisi <\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, pada hidroponik, nutrisi tersebut diperoleh melalui pupuk seperti AB mix. Namun, terdapat berbagai macam nutrisi lainnya. Setiap jenis nutrisi yang terkandung pada berbagai jenis pupuk juga memiliki komposisi hara yang berbeda-beda. Pada pembuatan pupuk, pertama-tana melarutkan masing-masing pupuk A dan B dengan air. Pupuk A dimasukkan ke dalam gelas ukur, kemudian ditambahkan dengan air sampai 500 ml, kemudian diaduk sampai larut. Pupuk A dimasukkan ke dalam botol berlabel A. Cara tersebut dilakukan untuk pupuk B pula. Kemudian, mencampurkan kedua pupuk tersebut dan mengukurknya dengan ppm meter sesuai tanaman yang ingin ditanam.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Pemilihan Jenis Tanaman<\/p>\n\n\n\n<p>Hal yang perlu diperhatikan ketika memilih tanaman untuk hidroponik yaitu pemilihan jenis tanaman sesuai dengan tujuan penanaman. Apabila kita merupakan seorang pemula yang baru ingin mencoba hidroponik sistem <em>wick<\/em> dan <em>floating<\/em> yang sederhana, sebaiknya mencari tanaman yang mudah dalam perawatan nya dan memiliki umur panen yang singkat.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Pemilihan benih yang berkualitas<\/p>\n\n\n\n<p>Hal penting selanjutnya sebelum memulai budidaya hidroponik adalah pemilihan benih yang berkualitas. Kesuksesan budidaya tanaman hidroponik bergantung pada pemilihan benih. Jika menggunakan benih tanaman yang berkualitas serta memberikan perawatan yang maksimal, pastinya peluang tanaman tumbuh secara optimal dan cepat dapat tercapai, sehingga besar pula peluang untuk mendapatkan keuntungan dari hidroponik. Seleksi benih tanaman didasarkan pada lingkungan budaidaya penanaman. Selain itu, saat memilih varietas yang ingin ditanam, perlu diperhatikan deskripsi varietas tanaman tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui karakteristik tanaman, seperti ketahanan terhadap penyakit, kekeringan atau toleransi panas, kebiasaan berbuah, dan karakteristik buah.<\/p>\n\n\n\n<p>4. Pemeliharaan Tanaman<br>Pengukuran pH penting diketahui untuk mengatur serapan unsur hara tanaman agar tidak terjadi defisiensi. Kadar nutrisi dalam larutan dapat diukur dengan TDS (Total Dissolved Solids) atau PPM (Parts Per Millions). Hasil pengukuran menunjukkan nilai EC larutan yang sangat menentukan kecepatan metabolisme tanaman yaitu jika nutrisi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, setelah membaca mengenai alat dan bahan serta langkah pembuatan 2 jenis hidroponik yang mudah dilakukan bagi pemula, ternyata mudah bukan? Apakah setelah membaca beberapa cara menanam hidroponik diatas dapat membantu dan membuat ingin tahu lebih lanjut mengenai hidroponik?<\/p>\n\n\n\n<p><strong>References<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Susilawati. 2019. Dasar-Dasar Bertanam Secara Hidroponik. Palembang. UPT. Penerbit dan Percetakan.<\/li><li><a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/profile\/Arvind-Singh-21\/post\/Hydroponics-for-Radish\/attachment\/5ed08b130294e50001c34553\/AS%3A896381426360321%401590725394972\/download\/1.pdf\" target=\"_blank\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/www.researchgate.net\/profile\/Arvind-Singh-21\/post\/Hydroponics-for-Radish\/attachment\/5ed08b130294e50001c34553\/AS%3A896381426360321%401590725394972\/download\/1.pdf\" rel=\"noreferrer noopener\">Jones, Jr. J. Benton. 2014. Complete Guide for Growing Plants Hydroponically. CRC Press. USA.<\/a><\/li><\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo sobat Pintar! Setelah membaca mengenai Sistem Wick pada Hidroponik sebelumnya, kali ini Kebun Pintar akan membahas tentang tata cara bertanam hidroponik mulai dari alat dan bahan Hidroponik sederhana yang &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":12244,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[27],"tags":[21],"class_list":["post-12503","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hidroponik","tag-hidroponik-pemula"],"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12503","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12503"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12503\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12569,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12503\/revisions\/12569"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12244"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12503"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12503"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kebunpintar.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12503"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}