8 Sistem Hidroponik Yang Harus Diketahui Bagi Pemula

sistem hidroponik

Berkebun hidroponik di pekarangan atau atap rumah selama pandemi, tidak hanya untuk hobi atau mempercantik rumah. Tetapi, juga berperan dalam peningkatan kualitas hidup dengan makanan yang lebih sehat dan segar. Bagaimana cara memulai hidroponik skala rumah? Sobat Pintar bisa mulai dari sekarang dengan mengenal macam-macam sistem hidroponik.

Nah, Sobat Pintar artikel ini akan membantumu untuk mengetahui macam-macam sistem hidroponik yang tepat, berikut pembahasannya:

Sebelum mengenal sistem hidroponik, mari kita simak apa saja keunggulan berkebun secara hidroponik, yuk!

  • Budidaya tanaman secara hidroponik bersih dan steril. Media tanam hidroponik tidak menggunakan tanah (soilless), melainkan larutan nutrisi dan subtrat. Media tersebut harus steril agar tanaman dapat tumbuh dengan subur dan terhindar dari hama/penyakit.
  • Pemberian air dan nutrisi pada tanaman efisien karena diukur sesuai dengan kebutuhan tanaman.
  • Perawatan tanaman tidak perlu menyiram, mencangkul, dan menyiangi gulma.
  • Dalam kondisi yang terkontrol, tanaman jarang terserang hama dan penyakit.
  • Beberapa jenis tanaman dapat ditanam di luar musim, seperti anggur, tomat, cabai, dll.
  • Budidaya tanaman dapat dilakukan di lahan yang sempit atau terbatas.
  • Produksi dan kualitas tanaman yang dihasilkan tinggi dan berkelanjutan.

Berikut 8 sistem hidroponik yang harus diketahui Bagi Pemula:

Sistem hidroponik pada dasarnya adalah cara pemberian larutan nutrisi sebagai sumber air dan nutrisi untuk tanaman. Ada 3 macam sistem hidroponik, yaitu sirkulasi, semi-sirkulasi, dan non sirkulasi.

  1. Sistem sirkulasi, yaitu larutan nutrisi dialirkan dari reservoir ke perakaran tanaman dan dibuang lagi ke reservoir. Sistem ini ditandai dengan adanya sirkulasi air. Umumnya kita jumpai pada Nutrient Film Technique (NFT), Floating Hydroponic System (FHS), dan Ebb and Flow atau Flood and Drain (Pasang dan Surut).
  2. Sistem semi sirkulasi merupakan perpaduan antara sistem sirkulasi dan non sirkulasi. Contohnya dapat kita temukan pada Aquaponic.
  3. Sistem non sirkulasi, dimana larutan nutrisi tidak dialirkan. Ditandai dengan adanya substrat/media tanam. Misalnya, pada fertigasi autopot dan hidroponik substrat/media. Media tanam ada di pembahasan mengenai Media (Tanam) Hidroponik.

Ketiga sistem tersebut menghasilkan beberapa macam metode hidroponik. Selanjutnya, kita bahas metode hidroponik, yuk

1. Sistem Wick

Metode sumbu memanfaaatkan prinsip kapilaritas dengan menggunakan sumbu atau bahan yang mudah menyerap air, seperti kain sebagai penghubung antara nutrisi dan bagian perakaran pada media tanam. Akar tanaman tidak langsung menyentuh larutan nutrisi, namun tumbuh dalam media.

Metode ini mudah untuk pemula yang membutuhkan perhatian secara berkala. Ketika cadangan larutan nutrisi hampir habis, maka dapat diisi ulang dengan larutan nutrisi yang baru. Metode sumbu tersirkulasi juga bisa diotomatisasi dengan menggunakan pompa di reservoir untuk mengalirkan nutrisi ke perakaran tanaman, lo.

Kelebihan :

1) Tanaman mendapatkan persediaan air dan nutrisi secara terus-menerus, selama nutrisi yang ada di bak penampungan masih tersedia.
2) Alat dan bahan yang diperlukan cukup mudah, murah, dan dapat kita jumpai sehari-hari.

Kekurangan :

Larutan nutrisi rawan ditumbuhi lumut dan pertumbuhan tanaman sedikit lebih lambat. Pertumbuhan lumut dapat dicegah dengan cara menutup atau melapisi bak penampungan nutrisi (reservoir) dengan cat warna gelap, seperti hitam dan coklat.

2. Float Hydroponic System (FHS) atau Rakit Apung

Metode FHS dilakukan dengan cara tanaman ditancapkan pada lubang styrofoam yang terapung di atas permukaan larutan nutrisi yang ada di dalam reservoir, sehingga akar tanaman terendam larutan nutrisi.

Pada FHS atau rakit apung, aerasi dapat berjalan lancar dengan meletakkan mangkok kecil yang dilubangi di dalam reservoir untuk memberi ruang antara larutan nutrisi dengan akar tanaman. Selain itu, juga bisa menggunakan alat seperti aerator, pompa akuarium, atau powerhead dengan nepel udara yang dimasukkan dalam reservoir. Pastikan
Sobat Pintar cek secara berkala untuk memastikan akar tanaman mengenai larutan
nutrisi.

Kelebihan :

Pertumbuhan akar bisa optimal sehingga tanaman dapat tumbuh optimal.

Kekurangan :

Tanaman yang berukuran besar dan tumbuh dalam jangka waktu yang panjang tidak cocok menggunakan sistem FHS atau rakit apung.

3. Pasang dan Surut (Ebb and Flow atau Flood and Drain)

Metode pasang dan surut dengan nama lain Ebb and Flow atau Flood and Drain ini, bekerja dengan pompa yang secara berkala mengalirkan larutan nutrisi ke reservoir hingga merendam akar dan dialirkan kembali ke reservoir dengan interval waktu tertentu.

Pompa diatur dengan timer untuk menentukan waktu pompa menyala dan pompa mati. Saat pompa nyala, larutan nutrisi mengalir hingga merendam akar, yang kemudian disebut pasang atau pembanjiran. Drainase terjadi saat surut atau pengeringan yang dilakukan ketika larutan nutrisi mencapai level tertentu. Saat pompa yang diatur dengan timer mati, maka air akan turun menuju ke reservoir yang dikenal proses surut atau pengeringan.

Metode ini merupakan pilihan yang bagus untuk hidroponik pemula maupun berpengalaman. Tips untuk hidroponik pemula yang menggunakan metode pasang dan surut yaitu pemilihan media.

Sobat Pintar, media yang memiliki water holding capacity atau kapasitas menahan air tinggi, seperti moss dan cocopeat dapat menyebabkan pembasahan media yang berlebih. Sehingga, aerasi atau ketersediaan oksigen untuk tanaman rendah. Tetapi, ada beberapa sumber yang menyatakan jika media mampu menahan air dengan baik, maka tanaman tidak kekeringan dan siklus flood and drain lebih lama. Selanjutnya, media yang cepat kering, seperti rockwool dan perlite umumnya lebih bagus dibandingkan media yang memiliki kelembapan tinggi. Sedangkan media yang terlalu cepat kering, seperti hydroton membutuhkan siklus flood and drain terlalu sering.

  • Siklus pasang dan surut tidak lebih dari 15 menit dan pastikan siklus secepat mungkin.
  • Larutan nutrisi saat pasang cukup membasahi media dan saat surut media sepenuhnya kering (media tidak tergenangi nutrisi).

Kelebihan :

  1. Tanaman mendapat persediaan air, oksigen, dan nutrisi secara berkala.
  2. Supply oksigen untuk perakaran lebih baik.
  3. Dapat digunakan untuk berbagai macam tanaman dan produksi yang dihasilkan tinggi.

Kekurangan :

Ketergantungan pada listrik untuk menyalakan pompa dan timer saat pasang dan surut.

4. Drip irrigation atau Irigasi Tetes

Metode irigasi tetes dilakukan dengan cara pemberian larutan nutrisi dalam bentuk tetes (drip), sehingga lebih menghemat air dan nutrisi.

Metode ini sesuai untuk tanaman yang berukuran besar dan memerlukan waktu pertumbuhan yang cukup lama. Misalnya, tanaman cabai, tomat, mentimun, melon, semangka, dan lain-lain. Kelebihan metode ini yaitu lebih hemat air. Kekurangannya yaitu apabila terjadi penyumbatan pada selang, maka harus dibongkar.

5. Deep Water Culture (DWC)

Metode deep water culture, yaitu tanaman ditempatkan pada net pot dan akar ada di dalam larutan nutrisi.

Kelebihan :

Memiliki instalasi sederhana dan perawatan yang relatif mudah.

Kekurangan :

Suhu air sulit untuk dijaga jika menggunakan DWC non sirkular, sehingga suhu air cenderung terlalu panas.

6. Nutrient Film Technique (NFT)

Metode NFT memiliki akar tanaman yang tumbuh pada lapisan larutan nutrisi yang dangkal dan tersirkulasi. Hal ini memungkinkan tanaman memperoleh air, nutrisi, dan oksigen secara cukup.

Metode NFT sesuai untuk sayuran hijau seperti sawi, selada, bayam, pakcoy, timun, tomat, dan lain-lain. Metode ini sangat banyak digunakan dan populer untuk hidroponik skala bisnis dan skala besar. Namun untuk petani hidroponik pemula, skala kecil, atau petani hobi jarang menggunakan metode ini. Metode NFT membutuhkan perhatian dan perawatan yang ekstra agar hasil panen optimal.

Usaha tersebut meliputi pengecekan aliran larutan nutrisi, suhu udara di dalam pipa dan sterilisasi larutan nutrisi. Kegagalan yang biasa terjadi pada sistem NFT untuk hidroponik pemula, yaitu akar tanaman yang menyumbat pipa sehingga mencegah aliran nutrisi berjalan normal, kemudian penyebaran penyakit yang
sangat cepat jika tidak memperhatikan gejala awal, dan larutan nutrisi yang kurang
steril menyebabkan tumbuhnya jamur.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang hidroponik sistem nft, anda dapat membaca artikel kami yang membantu anda Mengenal Hidroponik Sistem NFT (Nutrient Film Technique)

7. Aquaponik

Adakah Sobat Pintar yang gemar memelihara ikan? Bagaimana jika memelihara ikan bersamaan dengan budidaya tanaman? Bisa dong, dengan aquaponik. Aquaponik adalah budidaya ikan dan tanaman secara terintegrasi dalam sirkulasi semi-tertutup. Metode ini mendukung pertanian berkelanjutan dan terintegrasi yang mengombinasikan akuakultur dan hidroponik.

Aquaponics, salah satu jenis  jenis hidroponik
Aquaponic

Kelebihan :

Dapat mempertahankan kualitas air dan
menghasilkan 2 produk dalam sekali panen.

Kekurangan :

Membutuhkan perawatan ekstra antara keduanya, yaitu budidaya ikan dan tanaman.

8. Aeroponik

Pemberian larutan nutrisi pada aeroponik dengan cara menyemprotkan larutan nutrisi yang
dikabutkan ke akar tanaman yang menggantung bebas di udara.

Kelebihan :

Waktu panen terpendek dan estetika melihat akar tanaman di udara bebas.

Kekurangan :

Biaya instalasi cukup mahal, sangat bergantung pada listrik, tingkat fluktuasi pH sangat tinggi, dan frekuensi pengabutan harus sering karena akar tanaman cepat mengering.

Tips Hidroponik bagi Pemula

Setelah mengetahui sistem hidroponik, Sobat Pintar bisa memilih sistem dan metode hidroponik yang disesuaikan dengan kebutuhan, luas lahan, dan kondisi keuangan untuk investasi awal instalasi. Dilansir dari https://scienceinhydroponics.com, berikut tips hidroponik bagi pemula:

  • Bagi hidroponik pemula yang menginginkan hasil produksi tanaman yang menjanjikan dan menghindari penggunaan media tanam, metode deep water culture dan sumbu atau wick menjadi alternatif yang lebih mudah.
  • Bagi yang ingin memulai dengan biaya yang terjangkau dapat menggunakan hidroponik substrat/media, walaupun kurang efisien dibandingkan dengan metode lainnya.
  • Jika Sobat Pintar baru saja memulai hidroponik, lebih baik memilih sistem yang resikonya kecil dan disesuaikan dengan alokasi waktu Sobat untuk berkebun hidroponik.

Meski demikian, Sobat Pintar bisa mencoba metode dan sistem hidroponik lainnya untuk memulai berkebun hidroponik. Perawatan dan pemeliharaan tanaman dapat dipantau melalui aplikasi KebunPintar.id. Sobat bisa melakukan pengecekan berkala untuk merawat tanaman hidroponik. Selamat Berkebun!